Mimpi buruk yang menjadi kenyataan

Acmeron – Beberapa tahun yang lalu aku menjadi panitia OSPEK MABA di kampusku, aku menjabat sebagai ketua.

Baru kali ini aku menduduki jabatan penting di kampus setelah 2 tahun berkecimpung di organisasi kampus. sebuah tugas yang penuh amanah tentu saja.

fakultas perikanan, sebuah fakultas yang selama ini dikenal masa OSPEK-nya lumayan galak.

Namun tahun ini aku tak ingin stigma galak melekat di acara yang aku pimpin.  Semua program harus mendidik tak ada untuk dendam.

Apa yang kami alami dulu tak harus dialami adik kelas kami. Mendidik  mereka dengan cara yang cerdas lebih baik tentunya.

Tempat ospek di hari ketiga, hari terakhir di lapangan, berada di luar kampus. Tepatnya di Gua china, malang.

Lumayan jauh sih, hanya kami mendapatkan izin khusus dari dekan karena tempat itu sangat bagus untuk mengolah raga dan jiwa, demikian keputusan kami.

Anak-anak maba kami bebaskan untuk datang sendiri-sendiri dengan naik kendaraan umum maupun pribadi. hanya satu hari saja kami mengadakan acara di tempat itu, semacam outbound dan lain-lain.

“Assalamualaikum!”

“Wa’alaikum salam! “

“Maaf mengganggu kak!”

“Oh nggak, ada apa?”

“ Ini kak..” katanya ragu.

“Ada apa ki? “

“kak, maaf mau izin! “

Sore itu sambil memberesi peralatan ospek di kampus, aku didatangi eki, salah satu mana yang terlihat cerdas dalam beberapa kali kegiatan.

“Izin untuk?”

“Besok saya agak terlambat datang di lokasi kak!”

“Besok jam tujuh pagi tepat sudah di lokasi!”

“iya kak, hanya saya mungkin hanya telat tiga puluh menit! “

“kenapa? “

“Sepeda motornya dipakai kakak saya dulu jualan di pasar!”

“Oh gitu?”

“iya kak, ini benar! “

“Oh yaa?”

“Setiap hari kakak saya harus mengantar sayur dagang ke pasar! “

“ Ya ya!”

Matanya terus menatapku meminta harap,  aku mengangkat bahu dan menatapnya lekat-lekat.

“Nggak nggak ada jalan lain”

“Maklum Kak maunya Erik naik motor saja”

“Enggak, Maksud saya, kakakmu”

“Oh kakak saya harus jualan sebuah harus sudah jalan Kirim sayur ke pasar kota”

“Oh gitu!”

“Biasanya jam lima sudah sampai rumah”

“Bisa kamu dua jam Sampai lokasi?”

“Insya Allah kak”

“Ok.. Buatmu saya izinkan”

“Terima kasih kak!”

”Sama-sama”

Eki tersenyum dan menjabat tangan semua senior  yang dilewatinya. Aku menatapnya hingga punggungnya menghilang di antara anak-anak maba.

Eki memang selama ini menjadi perhatian kami, karena kecekatan dan kerapiannya selain kecepatannya menerima perintah kami.

Eki, maba yang santun selalu semangat dan banyak merespon apa yang menjadi perintah para senior.

Dia tidak pernah membantah, makanya aku menginginkannya sedikit terlambat datang di lokasi keesokannya.

Malam itu, selesai salat maghrib berjamaah di ruang sekertariat, beberapa panitia, utamanya cewek, bergegas pulang untuk beristirahat karena karena subuh sudah harus kumpul.

Aku memilih tidur di sekretariat bersama risky, ryan, sandi dan Agung, sementara yang lainnya pulang. Kami berempat memang orang yang paling bertanggung jawab atas acara besok.

Kami lalu memberesi beberapa berkas yang berserakan dan  menyiapkan segala sesuatu untuk besok.

Tanpa terasa, setelah makan malam nasi bungkus yang dibawa pak iwan, dosen pendamping besok, kami semua istirahat.

Aku memilih tidur di bawah meja kerjaku, berselimut jaket karena hawa terasa dingin meskipun pintu dan jendela sekertariat sudah tertutup rapat karena terlalu capek aku lupa baca doa sebelum tidur begitu saja terlelap. Dan saat menjelang pukul dua pagi, Tiba-tiba aku berteriak keras.

“Awasss! Awasss!”

“Heh! Bangun! Ngelindur kamu!”

Aku terbangun karena teriakku membuat sandi, yang berada di sampingku kaget dan  mengguncang tubhku yang gemetar.

Aku terdiam,kembali ingat mimpi burukku malam itu. Dalam mimpiku, nampak eki naik motor namun jalanan banjir dan dia terbawa aruss, namun aku hanya bisa melihatnya dari jauh.

Setelah itu sandi memintaku untuk menggambil air wudu aku pun bergeges megambil wudu untuk melakukan sholat subuh secara berjamaah

Keesokannya, kami sholat subuh berjamaah setelah mandi bebek di kamar mandi sekretariat yang penting wangi dan ganti baju dalam saja begitu prinsip kami.

Paginya para panitia segera berangkat bareng setelah aku Pimpin doa bersama pagi itu. mereka naik sepeda motor semuanya. Dinginnya Hawa kota apel tak membuat semangat kami luntur, Semua demi mendidik dan memberikan spirit buat adik-adik kelas kami, kami menyayangi mereka dengan cara kami.

Tiga puluh menit kemudian saat setelah anak-anak Jalan, pihak catering sudah datang dan kami pun bersiap mengirimnya ke lokasi. mereka naik pick up mengikuti kami.

Beruntung pagi itu tidak hujan, namun terlihat mendung langit menuju Goa China.  Nandy aku meminta sedikit ngebut agar kami tak terlalu telat dan anak-anak bisa sarapan dulu sebelum acara dimulai.

Pagi itu aku lupa menggatakan kepada teman-teman panitia ospek untuk tidak menghukum eki karena terlambat

“Agak cepat san”

“Siap!”

Namun tak berapa lama, jalan yang kami lewati nampak macet karena kerumunan banyak orang menyita sebagian badan jalan.

Sandi memperlambat jalannya sepeda motor. kami menengok ke kanan,  kepada kerumunan banyak orang itu.

Nampak sepeda motor butut Ringsek depannya ditabrak sebuah mobil sedan yang melaju kencang kata para saksi yang kami dengar secara samar-samar namun korban tak begitu jelas terlihat karena dikerumuni banyak orang.

Tak Berapa lama hp-ku berdering, aku melihat nomor Pak Iwan memanggil segera aku mengangkatnya.

“Assalamualaikum”

“ waalaikumsalam, pak”

“pagi ben!”

“Iya pak pagi”

“Ben anak-anak sudah lengkap?”

“Iya pak hanya kurang satu”

“Eki”

“kok bapak tahu?”

“Ada kabar duka ada apa pak baru saja saya dikabari kakaknya…”

“kenapa eki pak?”

“Tepat jam delapan tadi meninggal”

“Inalilahi wainalilahi rojiun”

Jika tidak dikabari oleh pak iwan maka kami tak akan mengetahui bahwa salah satu dari anak maba kami menggalami kecelakaan.

Padahal pada saat kemarin dia izin terlambat kita semua sangat tidak menyangka bawasannya itu adalah hari terakhir aku bertemu eki dengan penuh sopan dan ceria dia meminta izin kepada kami

Dengan lemas aku Kabarkan berita duka itu kepada sandi

Rasanya aku tak sanggup untuk mengabarkannya langsung kepada anak-anak maba.

Aku meminta sandi untuk memimpin doa bersama dan hari itu kami memutuskan untuk tidak melanjutkan kegiatan kami.

Nampak beberapa anak sudah meninggalkan lokasi semua berduka karena eki adalah anak yang baik kepada semua orang.

Dia termasuk maba yang pintar masuk PTN lewat jalur prestasi.

Dan yang kami tahu dari teman dekatnya, eki anak orang nggak punya, dan yatim sejak kecil ibunya sudah tua hanya kakaknya yang menjadi tulang punggung keluarga.

Nampaknya pagi itu eki terburu-buru untuk segera sampai ke lokasi demi kedisiplinan yang telah sedikit dia langgar.

Kami merasa kehilangan seorang teman baru. wajahnya yang selalu terbang dan penuh semangat masih terus sembahyang kami semua.

Kita semua memutusakan untuk bertakziah kerumah duka eki nampak kakak dan ibunya yang sedang menangis karena kehilangan anaknya dan kakaknya yang sedang berduka  banyak orang-orang yang datang untuk mendoakan eki, kemudian kami ikut ke pemakaman tempat peristirahatan eki yang terakhir.

Dalam perjalanan kerumah eki, sandi yang kubonceng dengan motorku berusaha untuk menenagkanku sambil memegang bahuku, lalu berkata kepadaku bahwa eki sudah tenang di sana tak ada yang perlu di cemaskan, eki anak yang baik makanya Tuhan memanggil eki secara cepat yang saat ini bisa kita lakukan adalah mendoakan yang terbaik untuk eki

Eki adalah sosok anak yang baik hati, sopan terehadap semua orang dia sangat rendah hati kami semua merasa sangat kehilangan.

Eki semoga amal ibadah mu diterima allah swt dan mendapatkan tempat yang layak di sisi-nya amin allahumma aamiin.

Eki kami akan selalu mengenangmu selalu.

Aku baru percaya, bahwa kadang mimpi bisa jadi firasat saat kita bisa merabanya meski kadang kita nggak bisa menolak apa yang akan terjadi karena semua telah menjadi kehendak IlahIlahi.

Tidak ada yang tau gimana takdir kita, semua itu adalah rencana dari ALLAH swt tidak ada yang bisa mengetahuinya kapan dan dimana semua itu akan terjandi .

Selamat jalan eki surga disisimu semoga kamu Bahagia disana aku dan teman-teman sangat bangga telah mengenalmu walaupun perkenalan ini sangat singkat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.