Cinta Seorang Ayah

ACmeron – Figur seorang ayah akan turut membantu pribadi putrinya. Tak lepas sosok ayah melekat kuat di batin anak gadisnya biasanya seperti itu banyak terjadi.

Aku mendapatkan cerita ini dari kakakku, seorang  psikolog yang keceplosan cerita tentang cinta  salah satu temannya di kampus dulu.

Cinta adalah mahasiswi teladan fakultas psikologi cantik cerdas dan selalu penuh semangat jika dekat dengannya.

Namun tahukah ada masa lalu nya yang sangat menyedihkan? masa kecil allah yang memilukan? Karena dia yatim sejak umur 12 tahun. Sang ayah meninggal dalam sebuah kecelakaan saat memesan kue ulang tahun untuk ya.

“Dia selalu menangis saat ingat ayahnya!”

“semua orang kukira begitu juga kak!”

“iya tapi ini jadi susah berkepanjangan di hidupnya!”

“Tidak bisa membahagiakan orang tua, terlambat itu selalu jadi sesaat semua orang!”

“Iya… hanya hanya cerita cinta ini tragis aja san!”

“Tragis gimana kak?”

kak hana menghela napas panjang menata kata-kata untuk diluncurkan padaku dan bisa aku cerna dengan baik.

Sore itu memang aku mengeluh padanya karena kekerasan papa selama ini, dari menentukan jurusan kuliah dan jodoh.

Bikin kesal dan sedih tentu saja. sementara ibu yang telah sakit-sakitan menambah beban ku untuk ingin segera membahagiakan beliau sebelum terlambat

Aku ingin menikah dengan dengan rizky, segera, hanya karir rizky yang bisa saja membuat papa meragukan masa depan kami.

Aku baru lulus kuliah kerja baru tiga bulan, pacaran dengan rezeki sudah 3 tahun. riski hanya karyawan bank kecil, aku hanya accounting junior di sebuah bank juga

Bapak ingin kami berkarir dulu. siang itu aku kesel sama papa yang tidak mengizinkan rezky melamarku.

Kak ana memberikan secangkir teh hangat manis yang baru saja dibuatnya untukku aku menunggunya meneguknya lalu kak ana duduk di sofa ruang tengah, tempat di samping diriku.

“Seorang ayah itu selalu rumah dengan keadaan putrinya!”

“wajarlah!”

“Nah!”

“Nah gimana?”

“ jangan pernah buruk sangka dengan ayah?”

“udah ah mana cerita cinta?”

“oh ya ya!”

“mau dengar dulu deh kak !”

“Oky makan kuenya dulu!”

Aku pun membuka kotak kue kukus lapis kesukaanku yang terletak di atas meja bundar ruangan tengah aku menyambut satu gue bergaris warna hijau itu dengan topping keju.

Dulu cinta adalah anak yang manja apa yang di mintanya harus terkabul nggak perduli ayahnya punya uang atau tidak, cinta selalu ngambek dan suka teriak-teriak kalau udah nangis.

Saat itu dia berulang tahun banget 12 tahun malamnya dia merengek minta dirayakan padahal ayahnya baru saja di phk.

“Waduh!”

Namun sang ayah mengiyakan saat cinta membanting semua barang di kamarnya saat sangat ibu bilang kalau sabar dulu, tunggu ayah ada uang.

“Wah!”

Namun marahnya makin menjadi dia bilang malu dengan teman-teman kelas yang terlanjur tahu hari ulang tahunnya, dan dia pernah sesumber akan dirayakan

“Waduh!”

Sore itu ayahnya setelah seharian bekerja di dadi tukang ojek dan kulit panggul terpaksa di pelabuhan, akhirnya mendapatkan uang untuk membeli kue ulang tahun dan beberapa makanan kecil untuk ulang tahun cinta.

“Kasihan!”

Saat itu dia sudah marah-marah karena ayahnya nggak datang juga, sementara teman-temannya telah berdatangan. Sang  ibu juga sibuk menenangkan nya namun dia semakin marah hingga 2 orang polisi datang…

“Laluu”

Mereka mengabari tentang kematian ayahnya yang ditabrak angkot telah membeli kue ulang tahun di toko roti, tepat di ujung jalan rumah mereka.

“Ya Allah!”

Karena terburu-buru dan hujan turun deras sekali, jadi setiap hari ulang tahunnya dia selalu histeris menangis. Hal itulah yang membuatnya bertekat keluar dari kubangan trauma yang sangat menyesakkan dadanya, menimbulkan sesal yang tiada terkira.

“Sesal tiada guna kak!”

Sejak ayahnya meninggal, keluarga besar Ayahnya membantu menata masa depan keluarga cinta.

Sifat ayahnya yang banyak mengalah selama ini membuat semua keluarga besarnya kagum dan salut. Terlebih melihat dua putrinya masih kecil- kecil dan ayah cinta selama ini turut menanggung beban ekonomi, dia yang menyekolahkan tiga adiknya.

“Dia ayah yang baik!”

Hingga kini cinta belum mau menikah karena belum ada laki-laki yang setangguh dan sesayang ayahnya.

“Wah gitu kak!”

Dia kini sukses karirnya, namun tahukah? Dia mengambil kuliah di psikolog untuk mengobati dirinya sendiri dulu!”

“Hah? “

Hatinya terluka dengan kepergian sang ayah yang belum bisa tergantikan hingga kini.

Aku merenung diam. Kakakku melanjutkan ceritanya dengan semangat  45. Meski beda versi, kamu bisa ambil hikmahnya kan?”

“Maksudnya kak?”

“Bahwa cinta papa tiada tanding! Dia tak pernah terlihat cengeng di depan anaknya, bahkan ingin selalu tenang, meski kadang harus keras!”

Sebenarnya di balik kecemasan seorang ibu adalah kekhawatiran seorang ayah!”

Yakin? Menikah itu membentuk keluarga baru, bukan untuk ngurusi keluarga yang telah ada! Ah! Kamu harus banyak baca buku- buku.

Aku hanya terdiam cinta itu juga harus pakai logika! Kalau jodoh tak akan lari ke mana kok, kami sama-sama terdiam, aku mengenai kalimat kakakku satu-satunya itu. Bawel sekali namun amanah

Terbayang wajah tua papa yang sering melamun dan hanya baca koran setiap pagi setelah pensiun tiga bulan yang lalu, papaku adalah pensiun angkatan Darat.

Papa itu sayang kamu! Bukan harta yang dia mau! Bukan!

Aku diam, memilih diam kakakku susah emosi begini.

Tapi papa ingin kalian matang dan mampu dulu bekerja, baru menikah, bukannya papa tak ingin direpoti bila ada sebuah masalah pada kalian! Bukan!

“Iya kakak!”

Tapi ini semata papa menjaga kamu sebagai amanah yang masih harus dijaga selama beliau mampu dan kamu bisa dijaga, diatur!”

“Gitu ya kak?”

Lain soal jika kamu memang sudah merasa matang dan menolak aturan yang ada. Yang jelas papa ingin semua putrinya bisa dilindungi selama beliau mampu dan sebelum napasnya terhenti.

Degg!

Hatiku terasa terkoyak mendengar kalimat kak ana. Rasanya ingin segera pulang, memeluk papa dan mohon maaf sebesar-besarnya.

“Kak aku pulang mau pulang dulu!”

“lho, nggak makan malam dulu?”

“nggak usah kak!”

Aku segera berdiri, mengambil tas dan mencium kedua pipi kak ana. Bayangkan wajah tua papa terus bergelayut di kedua mataku yang basah, aku menangis!

“Maafkan aku papa!”

“Maafkan anakmu yang tak tahu diri”

“Maafkan putrimu yang berprasangka buruk terhadap mu!”

“Maafkan aku yang telah melukaimu papa!”

Berbagai hujaman kalimat pedas mendera ulu hatiku yang terasa sakit sekali dan panas.

Aku bisa merasakan bagaimana sakitnya hati papa saat aku membentaknya, saat aku menolak keinginannya, saat aku berontak dengan kekerasan Kepalaku!

Aku akan jadi anak yang baik, sebaik papa manjadi ayahku

Aku nggak mau terlambat untuk membahagiakannya akan aku turuti perintahnya.

Malamnya aku tak dapat tidur nyenyak setelah terus merenungi apa yang selama ini telah aku lakukan pada papa.

Yaitu, hal-hal kecil yang sepertinya menyakitkan papa karena sejak kecil aku selalu membantah dan berontak dengan aturan papa.

Hingga tengah malam aku bermimpi, papa menatapku lekat dengan wajah tuanya, tersenyum kecil dan pergi begitu saja meninggalkan aku sendiri di sebuah rumah mungil, rumah kami!

Paginya saat aku bangun, masih begitu melekat mimpi buruk itu, aku menangis dan segera keluar dari kamar.

Lega rasanya melihat papa sudah minum secangkir teh dan duduk di teras rumah kami.

Ternyata benar apa yang dipikirkan ayah. Risky mendapatkan beasiswa sekolah ke Jerman untuk karirnya, dan aku juga mendapat beasiswa ke Jepang untuk meningkatkan Kariku!

Kini yang sedang aku rencanakan, berusaha, dan berdoa untuk segera bisa hadir buah cinta kami.

Aku ingin segera memberi ayah cucu untuk menghibur sepinya semenjak mana meninggal dua tahun yang lalu.

Beruntung aku bisa pindah ke kota kami setelah risky menjadi kepala cabang Bank swasta yang mulai besar itu di kita kami.

Semua ini tentunya juga tak lepas dari doa indah papa buat kami semua. Andai mama masih ada, tentunya beliau sangat bahagia melihat kami akur sekali dan saling menyayangi!

Ayah pemilik cinta tersembunyi, hatinya sangat rapuh saat anaknya menderita, dan ia selalu berjuang keras demi kebahagiaan sang anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published.